Operasional perkebunan di area remote dan off-grid membutuhkan suplai listrik yang stabil, efisien, dan dapat diandalkan. Namun, ketergantungan pada diesel generator sering kali menimbulkan tantangan, mulai dari biaya bahan bakar yang tinggi, risiko keterlambatan suplai, hingga kebutuhan untuk mendukung target sustainability dan efisiensi operasional.
Melalui Fusionsolar – 2026 Plantation Workshop: Future Energy for Sustainable Plantation, Syntek bersama Huawei, LAPP Indonesia, dan Majalah Sawit Indonesia berdiskusi dengan para pelaku industri mengenai bagaimana solusi energi terintegrasi dapat membantu menjawab kebutuhan nyata di sektor perkebunan.
Dalam kesempatan ini, Syntek membawakan materi “How to Fully Integrate a Complete Microgrid System”. Sesi ini menyoroti bagaimana microgrid system dapat menjadi solusi strategis bagi perkebunan dengan mengintegrasikan Solar PV, Battery Energy Storage System, dan diesel generator dalam satu sistem yang otomatis, efisien, dan andal.
Dengan dukungan Syntek EMS, sistem microgrid dapat mengatur aliran energi dari berbagai sumber, menjaga kestabilan suplai listrik, mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan, serta membantu mengurangi konsumsi diesel tanpa mengganggu operasional harian. Syntek EMS berperan sebagai “brain” dari sistem yang mendukung fuel saving, reliability 24/7, dan seamless transition antar sumber energi.
Bagi industri perkebunan, solusi ini tidak hanya relevan untuk menekan biaya energi, tetapi juga untuk menjaga kontinuitas operasional, mendukung produktivitas, dan memperkuat komitmen terhadap praktik bisnis yang lebih sustainable.
Syntek percaya bahwa transformasi energi di sektor perkebunan harus dimulai dari solusi yang practical, scalable, dan sesuai dengan kondisi lapangan. Karena itu, Syntek hadir dengan dukungan end-to-end, mulai dari assessment, engineering, installation, commissioning, training, hingga remote monitoring.